• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 
Andrea Hirata   (1967-...)
Kategori: Pengarang Sastra

 
 

Andrea Hirata Seman Said Harun atau lebih dikenal sebagai Andrea Hirata lahir di Belitong 24 Oktober 1967 adalah penulis novel Laskar Pelangi (Bentang, 2005) yang merupakan novel best seller tahun 2006—2007. Pendidikan yang pernah ditempuhnya, antara lain, adalah Jurusan Ekonomi, Universitas Indonesia yang kemudian mendapat beasiswa untuk melanjutkan S2 di Universite de Paris, Sorbonne, Perancis dan Sheffield Hallam University, United Kingdom. Tesis yang ditulisnya di bidang ekonomi telekomunikasi kini telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia dan terbit sebagai buku acuan teori ekonomi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia.

Andrea Hirata, anak kelima dari pasangan Seman Said Harun Hirata dan Masturah, berhasil menulis sebuah novel yang dalam seminggu terbit sudah cetak ulang dan dalam waktu tujuh bulan mengalami cetak ulang ke-3. Novel ini menurut penulisnya berbentuk memoar, tetapi ada fiksionalisasi yang terjadi. Dia menyebut sebagai memoar yang dikemas dengan sastra dengan tambahan latar belakang sosiokultural. Dengan novel ini, dianggap telah memberi warna jagad sastra dan pernovelan di Indonesia di tengah-tengah dahaganya pembaca terhadap karya-karya bermutu. Novel ini disebut sebagai penginspirasi banyak orang.

Karya Andrea Hirata yang lain, adalah Sang Pemimpi (2006), Edensor (2007), dan "Maryamah Karpov" (belum terbit). Edensor masuk nomine penghargaan nasional sastra KLA (Khatulistiwa Literary Award) tahun 2007. Keempat karya Andrea ini (dengan Laskar Pelangi) disebut sebagai tetralogi kenangan Andrea akan masa kecilnya. Dengan novelnya Laskar Pelangi (dan penulis India Kiran Nagarkar dengan novelnya Die Statisten) ia memenangkan penghargaan ITB Buch Awards 2013 di Jerman.

Selain tetralogi Laskar Pelangi, Andrea juga menghasilkan karya lain, yaitu Padang Bulan dan Cinta di Dalam Gelas(2010), Sebelas Patriot (2011), dan Laskar Pelangi Song Book (2012) yang berisi kisah-kisah dari Negeri Laskar Pelangi (Belitong) dan lagu-lagu karya Andrea Hirata yang dibawakan oleh Medadan Cut Niken.

 
PENCARIAN TERKAIT