• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 

Napiti Pantai-Busama

Kategori: Bahasa Daerah di Indonesia

 

Provinsi Papua Barat

Bahasa Napiti Pantai-Busama (Napiti Pantai) dituturkan oleh masyarakat yang tinggal di Kampung Bamana (Warifi) dan Boiya (Lakahia), Distrik Teluk Etna, Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. Bahasa itu terdiri atas dua dialek, yaitu dialek Napiti Pantai Warifi dan dialek Busama Boiya dengan persentase perbedaan sebesar 74%. Dialek Napiti Pantai Warifi dituturkan oleh masyarakat yang tinggal di Kampung Warifi, Distrik Teluk Etna, Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat, sedangkan dialek Busama Boiya dituturkan oleh masyarakat yang tinggal di Kampung Boiya, Distrik Teluk Etna, Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. Selain itu, masyarakat di Kampung Warifi ada yang bertutur dalam bahasa Yuafeta atau Girimora, sedangkan di Kampung Boiya ada yang bertutur dalam bahasa Yeresiam. Menurut pengakuan penduduk, bahasa Napiti Pantai berbeda dengan bahasa Napiti Pedalaman yang dituturkan oleh masyarakat yang tinggal di sebelah timur Kampung Warifi, yaitu Kampung Hairapara, sedangkan di sebelah barat, yaitu Kampung Siawatan adalah wilayah tutur bahasa Koiwai. Sementara itu, di sebelah utara Kampung Warifi, yaitu Kampung Ure ialah wilayah tutur bahasa Miere, sedangkan di sebelah selatan, yaitu Kampung Boiya ialah wilayah tutur dialek Busama Boiya. Sementara itu, dialek Busama Boiya dituturkan pula oleh masyarakat di sebelah timur dan utara, di sebelah barat berbatasan dengan wilayah tutur bahasa Koiwai, di sebelah selatan berbatasan dengan lautan.

Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, isolek Napiti Pantai-Busama (Napiti Pantai) merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan 96,50%—100% jika dibandingkan dengan bahasa di sekitarnya. Misalnya, dengan bahasa Napiti sebesar 96,50%, bahasa Yeresiam Pedalaman sebesar 99,50%, dan bahasa Air Matoa sebesar 98,50%. 

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Napiti
    Provinsi Papua Barat Bahasa Napiti dituturkan oleh masyarakat Kampung Urubika, Distrik Yamor, Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. Kampung Urubika terletak di tepi Danau Yamor. Menurut pengakuan ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     

    Napiti Pantai-Busama

    Kategori: Bahasa Daerah di Indonesia

     

    Provinsi Papua Barat

    Bahasa Napiti Pantai-Busama (Napiti Pantai) dituturkan oleh masyarakat yang tinggal di Kampung Bamana (Warifi) dan Boiya (Lakahia), Distrik Teluk Etna, Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. Bahasa itu terdiri atas dua dialek, yaitu dialek Napiti Pantai Warifi dan dialek Busama Boiya dengan persentase perbedaan sebesar 74%. Dialek Napiti Pantai Warifi dituturkan oleh masyarakat yang tinggal di Kampung Warifi, Distrik Teluk Etna, Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat, sedangkan dialek Busama Boiya dituturkan oleh masyarakat yang tinggal di Kampung Boiya, Distrik Teluk Etna, Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. Selain itu, masyarakat di Kampung Warifi ada yang bertutur dalam bahasa Yuafeta atau Girimora, sedangkan di Kampung Boiya ada yang bertutur dalam bahasa Yeresiam. Menurut pengakuan penduduk, bahasa Napiti Pantai berbeda dengan bahasa Napiti Pedalaman yang dituturkan oleh masyarakat yang tinggal di sebelah timur Kampung Warifi, yaitu Kampung Hairapara, sedangkan di sebelah barat, yaitu Kampung Siawatan adalah wilayah tutur bahasa Koiwai. Sementara itu, di sebelah utara Kampung Warifi, yaitu Kampung Ure ialah wilayah tutur bahasa Miere, sedangkan di sebelah selatan, yaitu Kampung Boiya ialah wilayah tutur dialek Busama Boiya. Sementara itu, dialek Busama Boiya dituturkan pula oleh masyarakat di sebelah timur dan utara, di sebelah barat berbatasan dengan wilayah tutur bahasa Koiwai, di sebelah selatan berbatasan dengan lautan.

    Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, isolek Napiti Pantai-Busama (Napiti Pantai) merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan 96,50%—100% jika dibandingkan dengan bahasa di sekitarnya. Misalnya, dengan bahasa Napiti sebesar 96,50%, bahasa Yeresiam Pedalaman sebesar 99,50%, dan bahasa Air Matoa sebesar 98,50%. 

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Napiti
    Provinsi Papua Barat Bahasa Napiti dituturkan oleh masyarakat Kampung Urubika, Distrik Yamor, Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. Kampung Urubika terletak di tepi Danau Yamor. Menurut pengakuan ...
  • Napiti
    Provinsi Papua Barat Bahasa Napiti dituturkan oleh masyarakat Kampung Urubika, Distrik Yamor, Kabupaten Kaimana, Provinsi Papua Barat. Kampung Urubika terletak di tepi Danau Yamor. Menurut pengakuan ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa