• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 

Somu

Kategori: Bahasa Daerah di Indonesia

 

Provinsi Papua Barat

Bahasa Somu (Toro) dituturkan di Kampung Torowar, Distrik Wombu, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat. Selain di Torowar, bahasa Somu (Toro) juga dituturkan oleh masyarakat di Kampung Orere, Semba, Oya, dan Unduraro. Sementara itu, di sebelah selatan Torowar adalah Kampung Jawore yang masyarakatnya menuturkan bahasa Miere.

          Bahasa Somu (Toro) masih memiliki penutur yang banyak, kurang lebih 300 orang. Anak-anak dan generasi mudanya juga masih menggunakan bahasa ini. Wilayah yang terpencil, sulit dijangkau, serta tidak adanya transportasi ke kota (kabupaten) membuat masyarakat Torowar jarang melakukan kontak dengan penutur bahasa lain, misalnya bahasa Wandamen yang menjadi bahasa sehari-hari masyarakat Wasior, Teluk Wondama. Dibandingkan dengan bahasa-bahasa lain di Teluk Wondama, misalnya dengan bahasa Jamor, Muri (Mer), Kuri, dan bahasa Waruri, isolek Somu (Toro) merupakan bahasa tersendiri.

Berdasarkan hasil penghitungan dialektometri, persentase perbedaan antara bahasa Somu (Toro) dengan bahasa-bahasa tersebut 98,75%—100%. Persentase perbedaan antara bahasa Somu (Toro) dengan bahasa Jamor sebesar 100%, bahasa Muri (Mer) sebesar 98,75%, bahasa Kuri sebesar 99,5%, dan bahasa Waruri sebesar 99,5%.  
 
PENCARIAN TERKAIT