• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 
Bukan Pasar Malam   (1950)
Kategori: Karya Sastra

 
 

Bukan Pasar Malam dikenal sebagai novelet karya Pramoedya Ananta Toer yang terbit tahun 1950 oleh Balai Pustaka. Pada tahun 1999, Bara Budaya Yogyakarta menerbitkan ulang novelet itu. Novelet tersebut tergolong ke dalam karya awal saat Pramoedya Ananta Toer belum terlibat secara langsung dengan Lekra. Selain di Indonesia, novel ini telah diterbitkan di Malaysia (1951) dan diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda dan Inggris.

Novel Bukan Pasar Malam berkisah dengan menggunakan fokus penceritaan dengan cara sudut pandang orang pertama atau dengan kata ganti akuan. Dikisahkan bagaimana dengan uang pinjaman, bersama istri yang baru dikawininya, aku berkunjung ke Blora untuk menjenguk bapaknya yang sakit. Dalam novel ini dikemukakan bagaimana aku melihat keadaan rumah yang nyaris runtuh dan ayahnya sakit parah tinggal menunggu kematian. Aku merenungi hidup bapaknya yang dilanda kekecewaan karena perjuangannya dalam menegakkan negerinya tidak menuju arah yang benar. Kebiasaannya berjudi hanya pelampiasan kekecewaan akan keadaan sampai ia sakit-sakitan. Aku menemukan kenyataan betapa pahitnya hidup mempertahankan loyalitas kepada negara. Di akhir kisah setelah bapaknya berpulang, aku merenung-renung mengapa hidup tidak seperti pasar malam, datang dan pergi tidak ramai, tetapi sendiri-sendiri. Renungan inilah yang dijadikan judul novelet.

Karya Pramoedya ini merupakan kritik terhadap zamannya. Dalam novel ini Pramoedya melihat dunia di sekitarnya sebagai dunia yang hancur yang diwakili oleh kondisi bangunan rumah di desanya yang dalam keadaan bobrok dan runtuh. Hal itu dinyatakan oleh Prof. A.H. Johns (1964). A. Teeuw (1970) mengakui bahwa setiap membaca novellet ini terpesona oleh kisahnya yang begitu mengagumkan meskipun bersahaja sifatnya. Disebutkannya pula bahwa dengan cara yang bersahaja Pram dalam karyanya ini mampu menggambarkan suasana suram, suasana yang tak terdamaikan bagi orang-orang yang menjadi korban zaman yang tak berbelaskasihan. Dalam perkembangan kesusastraan Indonesia, novel ini merupakan salah satu novel yang mencoba untuk merekam gambaran situasi Indonesia sesudah perang dengan segala akibatnya.

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Malam Djahanam
    Malam Djahanam merupakan salah satu lakon (drama) terbaik Indonesia pada dekade tahun 50-an. Lakon yang ditulis oleh Motinggo Boesje tersebut memenangkan hadiah pertama Sayembara Penulisan Naskah ...
  • Malam Kuala Lumpur
    Malam Kuala Lumpur merupakan novel karya Nasjah Djamin yang diterbitkan pertama kali oleh Pembangunan (1968) dan diterbitkan ulang oleh Pustaka Jaya (1983). Malam Kuala Lumpur memiliki ketebalan ...
  • Datang Malam
    Datang Malam merupakan kumpulan cerita pendek karya Bokor Hutasuhut yang diterbitkan pada tahun 1963 oleh NV Nusantara, Bukittinggi dan Jakarta. Format buku itu berukuran 13 x 18 cm. Dalam ...
  • Tindak Tutur Persuasi oleh Pedagang Kaki Lima di Pasar Raya Padang
    Peneliti : Imron Hadi Tanggal Penelitian : 06-06-2007 Abstrak :-
  • Konvergensi Linguistik Penutur Bahasa Jawa terhadap Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Komunitas Pasar Tradisional di Tuban
    Peneliti : Yani Paryono Tanggal Penelitian : 01-01-2007 Abstrak :Penelitian ini bertujuan mengungkap kontak bahasa antara penutur bahasa Jawa Tuban dengan penutur bahasa Indonesia. Teori yang ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     
    Bukan Pasar Malam   (1950)
    Kategori: Karya Sastra

     
     

    Bukan Pasar Malam dikenal sebagai novelet karya Pramoedya Ananta Toer yang terbit tahun 1950 oleh Balai Pustaka. Pada tahun 1999, Bara Budaya Yogyakarta menerbitkan ulang novelet itu. Novelet tersebut tergolong ke dalam karya awal saat Pramoedya Ananta Toer belum terlibat secara langsung dengan Lekra. Selain di Indonesia, novel ini telah diterbitkan di Malaysia (1951) dan diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda dan Inggris.

    Novel Bukan Pasar Malam berkisah dengan menggunakan fokus penceritaan dengan cara sudut pandang orang pertama atau dengan kata ganti akuan. Dikisahkan bagaimana dengan uang pinjaman, bersama istri yang baru dikawininya, aku berkunjung ke Blora untuk menjenguk bapaknya yang sakit. Dalam novel ini dikemukakan bagaimana aku melihat keadaan rumah yang nyaris runtuh dan ayahnya sakit parah tinggal menunggu kematian. Aku merenungi hidup bapaknya yang dilanda kekecewaan karena perjuangannya dalam menegakkan negerinya tidak menuju arah yang benar. Kebiasaannya berjudi hanya pelampiasan kekecewaan akan keadaan sampai ia sakit-sakitan. Aku menemukan kenyataan betapa pahitnya hidup mempertahankan loyalitas kepada negara. Di akhir kisah setelah bapaknya berpulang, aku merenung-renung mengapa hidup tidak seperti pasar malam, datang dan pergi tidak ramai, tetapi sendiri-sendiri. Renungan inilah yang dijadikan judul novelet.

    Karya Pramoedya ini merupakan kritik terhadap zamannya. Dalam novel ini Pramoedya melihat dunia di sekitarnya sebagai dunia yang hancur yang diwakili oleh kondisi bangunan rumah di desanya yang dalam keadaan bobrok dan runtuh. Hal itu dinyatakan oleh Prof. A.H. Johns (1964). A. Teeuw (1970) mengakui bahwa setiap membaca novellet ini terpesona oleh kisahnya yang begitu mengagumkan meskipun bersahaja sifatnya. Disebutkannya pula bahwa dengan cara yang bersahaja Pram dalam karyanya ini mampu menggambarkan suasana suram, suasana yang tak terdamaikan bagi orang-orang yang menjadi korban zaman yang tak berbelaskasihan. Dalam perkembangan kesusastraan Indonesia, novel ini merupakan salah satu novel yang mencoba untuk merekam gambaran situasi Indonesia sesudah perang dengan segala akibatnya.

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Malam Djahanam
    Malam Djahanam merupakan salah satu lakon (drama) terbaik Indonesia pada dekade tahun 50-an. Lakon yang ditulis oleh Motinggo Boesje tersebut memenangkan hadiah pertama Sayembara Penulisan Naskah ...
  • Malam Kuala Lumpur
    Malam Kuala Lumpur merupakan novel karya Nasjah Djamin yang diterbitkan pertama kali oleh Pembangunan (1968) dan diterbitkan ulang oleh Pustaka Jaya (1983). Malam Kuala Lumpur memiliki ketebalan ...
  • Datang Malam
    Datang Malam merupakan kumpulan cerita pendek karya Bokor Hutasuhut yang diterbitkan pada tahun 1963 oleh NV Nusantara, Bukittinggi dan Jakarta. Format buku itu berukuran 13 x 18 cm. Dalam ...
  • Tindak Tutur Persuasi oleh Pedagang Kaki Lima di Pasar Raya Padang
    Peneliti : Imron Hadi Tanggal Penelitian : 06-06-2007 Abstrak :-
  • Konvergensi Linguistik Penutur Bahasa Jawa terhadap Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Komunitas Pasar Tradisional di Tuban
    Peneliti : Yani Paryono Tanggal Penelitian : 01-01-2007 Abstrak :Penelitian ini bertujuan mengungkap kontak bahasa antara penutur bahasa Jawa Tuban dengan penutur bahasa Indonesia. Teori yang ...
  • Malam Djahanam
    Malam Djahanam merupakan salah satu lakon (drama) terbaik Indonesia pada dekade tahun 50-an. Lakon yang ditulis oleh Motinggo Boesje tersebut memenangkan hadiah pertama Sayembara Penulisan Naskah ...
  • Malam Kuala Lumpur
    Malam Kuala Lumpur merupakan novel karya Nasjah Djamin yang diterbitkan pertama kali oleh Pembangunan (1968) dan diterbitkan ulang oleh Pustaka Jaya (1983). Malam Kuala Lumpur memiliki ketebalan ...
  • Datang Malam
    Datang Malam merupakan kumpulan cerita pendek karya Bokor Hutasuhut yang diterbitkan pada tahun 1963 oleh NV Nusantara, Bukittinggi dan Jakarta. Format buku itu berukuran 13 x 18 cm. Dalam ...
  • Tindak Tutur Persuasi oleh Pedagang Kaki Lima di Pasar Raya Padang
    Peneliti : Imron Hadi Tanggal Penelitian : 06-06-2007 Abstrak :-
  • Konvergensi Linguistik Penutur Bahasa Jawa terhadap Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Komunitas Pasar Tradisional di Tuban
    Peneliti : Yani Paryono Tanggal Penelitian : 01-01-2007 Abstrak :Penelitian ini bertujuan mengungkap kontak bahasa antara penutur bahasa Jawa Tuban dengan penutur bahasa Indonesia. Teori yang ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa