Halaman Beranda
Bahasa Daerah di indonesia
Aksara Daerah
Sastra Tulisan Tangan
Sastra Cetak
Sastra Lisan
Lembaga BIPA
Lembaga Pegiat UKBI
Komunitas Sastra
Komunitas Literasi
Widyabasa
Pengajar BIPA
Penyuluh
Pekamus
Penyunting
Penerjemah
Juru Bahasa
Duta Bahasa
Data UKBI
Data Pembinaan Pemantauan Bahasa
Data Penghargaan
Data Penugasan Ahli Bahasa
Data Penyuluhan
Data Pemelajar BIPA
Data Pesuluh
Data Pemerkayaan Kosakata
Data Pengembangan Kamus
Data Pedoman Kebahasaan
Data Bahan Diplomasi Kebahasaan
Data Buku Terjemahan
Data Musikalisasi Puisi
Data Bahan Pengayaan Literasi
Data Transliterasi
Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)
Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan
Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Pengembangan Sastra
Data Pengarang
Data Tokoh Bahasa
Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa
Pencarian lanjut berdasarkan kategori
Statistik
Info
Provinsi: Provinsi Nusa Tenggara Timur
Kabupaten/Kota: Kabupaten.Manggarai Timur
Kecamatan: Kota Komba
Desa: Komba
Kategori: terancam punah
Status: belum terkonservasi
Bahasa Rongga merupakan bahasa kecil yang hidup dan berkembang di perbatasan bagian timur, Kabupaten Manggarai Timur dengan perbatasan bagian barat Kabupaten Ngadha di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Kecamatan Kota Komba yang meliputi empat desa, yaitu desa Tanarata, Watu Nggene, Waelengga, dan Kota Komba. Berdasarkan data statistik tahun 2002, di kantor kecamatan Kota Komba, penutur bahasa Rongga diperkirakan berjumlah sekitar 5000-an penutur. Tingkat pemertahanan bahasa Rongga tampaknya rendah karena tidak didukung oleh kebanggaan yang tinggi atas bahasa dan budayanya. Telah terjadi pengalihan bahasa Rongga ke bahasa Waerana, utamanya di daerah perbatasan di utara sepanjang jalan Trans Flores. Hal ini terjadi pada keluarga orang Rongga yang berkontak langsung dengan orang non-Rongga.