Halaman Beranda
Bahasa Daerah di indonesia
Aksara Daerah
Sastra Tulisan Tangan
Sastra Cetak
Sastra Lisan
Lembaga BIPA
Lembaga Pegiat UKBI
Komunitas Sastra
Komunitas Literasi
Widyabasa
Pengajar BIPA
Penyuluh
Pekamus
Penyunting
Penerjemah
Juru Bahasa
Duta Bahasa
Data UKBI
Data Pembinaan Pemantauan Bahasa
Data Penghargaan
Data Penugasan Ahli Bahasa
Data Penyuluhan
Data Pemelajar BIPA
Data Pesuluh
Data Pemerkayaan Kosakata
Data Pengembangan Kamus
Data Pedoman Kebahasaan
Data Bahan Diplomasi Kebahasaan
Data Buku Terjemahan
Data Musikalisasi Puisi
Data Bahan Pengayaan Literasi
Data Transliterasi
Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)
Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan
Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Pengembangan Sastra
Data Pengarang
Data Tokoh Bahasa
Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa
Pencarian lanjut berdasarkan kategori
Statistik
Info
Provinsi: Provinsi Papua
Kabupaten/Kota: Kabupaten.Jayapura
Kecamatan: Sentani Timur
Desa: Kampung Nendali
Kategori: terancam punah
Status: sudah terevitalisasi
Bahasa Sentani sudah jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat Kampung Nendali. Hanya orang tua yang berusia di atas 40 tahun yang masih dapat menggunakan bahasa Sentani dengan sesamanya atau untuk membicarakan hal yang rahasia yang tidak boleh didengar oleh anak-anak mereka dan warga kampung lain. Generasi muda usia belasan hingga 40 tahun masih mengerti bahasa Sentani, tetapi tidak dapat menggunakan bahasa tersebut secara produktif dalam komunikasi. Mereka memilih tidak menggunakan bahasa Sentani ketika berbicara dengan orang tua mereka untuk menghindari kesalahan. Sebagian dari mereka tidak dapat menyusun kalimat dalam bahasa Sentani karena tidak dapat memahami tata bahasanya. Pelafalan mereka sudah banyak terkontaminasi oleh bahasa Indonesia. Anak-anak usia sekolah dasar dan di bawahnya sama sekali tidak menguasai bahasa Sentani, baik secara produktif maupun reseptif. Anak-anak sudah diajari bahasa Indonesia sejak kecil dan tidak mendapatkan pelajaran bahasa Sentani di Sekolah.