• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 

Batu Manangih

Kategori: Sastra Lisan

 

Suku : Minang

Genre : Cerita Rakyat

Provinsi: Provinsi Sumatera Barat

Kabupaten/Kota: Kabupaten.Solok

Kecamatan: Bayua


Cerita tentang anak durhaka yang memperlakukan ibunya dengan tidak baik. Anak perempuan yang tidak disebutkan namanya, hidup dengan ibunya yang bekerja sebagai nelayan. Ibu memenuhi kebutuhan mereka berdua, sementara anaknya hanya bermain dan tidak perhatian pada ibunya. Suatu waktu terjadilah masa paceklik sehingga mereka harus menempuh perjalanan yang jauh untuk meminjam padi kepada orang kaya. Anak perempuan berdandan dengan baik sementara ibunya berpakaian lusuh. Kepada orang kaya yang bertanya tentang perempuan tua yang bersamanya, anak perempuan itu katakan bahwa perempuan tua itu adalah babunya. Dia tidak pantas dijamu dengan hidangan yang baik dan cukup diberi makanan sisa yang ditarok di lantai. Ternyata sikap yang berlebihan itu membuat ibunya berhiba hati dan berdoa pada Tuhan agar anaknya mendapatkan petunjuk baik. Di perjalanan pulang, tiba-tiba anak gadis itu terbenam ke tanah dan tidak bias bergerak. Semakin lama makin tenggelam hingga akhirnya menjadi batu. Hingga sekarang batu itu selalu basah dan mengeluarkan air sehingga diberi nama Batu Manangih (batu menangis).
 
PENCARIAN TERKAIT

  • Tombatu
    Provinsi Sulawesi Tengah Bahasa Tombatu dituturkan olehmasyarakat yang berada di Desa Olobaru, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. Menurut pengakuan ...
  • Batu
    Provinsi Nusa Tenggara Timur Bahasa Batu dituturkan di Desa Batu, Kecamatan Pantar, Kabupaten Alor, Provinsi NTT. Menurut pengakuan penduduk, di sebelah barat Desa Batu dituturkan bahasa Teiwa, di ...
  • Batu Manangih
    Suku : Minang Genre : Cerita Rakyat Provinsi: Provinsi Sumatera Barat Kabupaten/Kota: Kabupaten.Solok Kecamatan: Bayua Cerita tentang anak durhaka yang memperlakukan ibunya dengan tidak baik. Anak ...
  • Batuley
    Provinsi Maluku Bahasa Batuley dituturkan oleh masyarakat di Desa Batuley, Kecamatan Aru Utara Timur Batuley, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku. Bahasa Batuley juga dituturkan di Desa ...
  • Kappalak Tallumbatua
    Suku : Makassar Genre : Cerita Rakyat Provinsi: Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten/Kota: Kabupaten.Gowa Cerita ini berkisah tentang perjalanan raja Gowa menghadapi Belanda. Dalam kisah ini raja ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     

    Batu Manangih

    Kategori: Sastra Lisan

     

    Suku : Minang

    Genre : Cerita Rakyat

    Provinsi: Provinsi Sumatera Barat

    Kabupaten/Kota: Kabupaten.Solok

    Kecamatan: Bayua


    Cerita tentang anak durhaka yang memperlakukan ibunya dengan tidak baik. Anak perempuan yang tidak disebutkan namanya, hidup dengan ibunya yang bekerja sebagai nelayan. Ibu memenuhi kebutuhan mereka berdua, sementara anaknya hanya bermain dan tidak perhatian pada ibunya. Suatu waktu terjadilah masa paceklik sehingga mereka harus menempuh perjalanan yang jauh untuk meminjam padi kepada orang kaya. Anak perempuan berdandan dengan baik sementara ibunya berpakaian lusuh. Kepada orang kaya yang bertanya tentang perempuan tua yang bersamanya, anak perempuan itu katakan bahwa perempuan tua itu adalah babunya. Dia tidak pantas dijamu dengan hidangan yang baik dan cukup diberi makanan sisa yang ditarok di lantai. Ternyata sikap yang berlebihan itu membuat ibunya berhiba hati dan berdoa pada Tuhan agar anaknya mendapatkan petunjuk baik. Di perjalanan pulang, tiba-tiba anak gadis itu terbenam ke tanah dan tidak bias bergerak. Semakin lama makin tenggelam hingga akhirnya menjadi batu. Hingga sekarang batu itu selalu basah dan mengeluarkan air sehingga diberi nama Batu Manangih (batu menangis).
     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Tombatu
    Provinsi Sulawesi Tengah Bahasa Tombatu dituturkan olehmasyarakat yang berada di Desa Olobaru, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. Menurut pengakuan ...
  • Batu
    Provinsi Nusa Tenggara Timur Bahasa Batu dituturkan di Desa Batu, Kecamatan Pantar, Kabupaten Alor, Provinsi NTT. Menurut pengakuan penduduk, di sebelah barat Desa Batu dituturkan bahasa Teiwa, di ...
  • Batu Manangih
    Suku : Minang Genre : Cerita Rakyat Provinsi: Provinsi Sumatera Barat Kabupaten/Kota: Kabupaten.Solok Kecamatan: Bayua Cerita tentang anak durhaka yang memperlakukan ibunya dengan tidak baik. Anak ...
  • Batuley
    Provinsi Maluku Bahasa Batuley dituturkan oleh masyarakat di Desa Batuley, Kecamatan Aru Utara Timur Batuley, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku. Bahasa Batuley juga dituturkan di Desa ...
  • Kappalak Tallumbatua
    Suku : Makassar Genre : Cerita Rakyat Provinsi: Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten/Kota: Kabupaten.Gowa Cerita ini berkisah tentang perjalanan raja Gowa menghadapi Belanda. Dalam kisah ini raja ...
  • Tombatu
    Provinsi Sulawesi Tengah Bahasa Tombatu dituturkan olehmasyarakat yang berada di Desa Olobaru, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. Menurut pengakuan ...
  • Batu
    Provinsi Nusa Tenggara Timur Bahasa Batu dituturkan di Desa Batu, Kecamatan Pantar, Kabupaten Alor, Provinsi NTT. Menurut pengakuan penduduk, di sebelah barat Desa Batu dituturkan bahasa Teiwa, di ...
  • Batu Manangih
    Suku : Minang Genre : Cerita Rakyat Provinsi: Provinsi Sumatera Barat Kabupaten/Kota: Kabupaten.Solok Kecamatan: Bayua Cerita tentang anak durhaka yang memperlakukan ibunya dengan tidak baik. Anak ...
  • Batuley
    Provinsi Maluku Bahasa Batuley dituturkan oleh masyarakat di Desa Batuley, Kecamatan Aru Utara Timur Batuley, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku. Bahasa Batuley juga dituturkan di Desa ...
  • Kappalak Tallumbatua
    Suku : Makassar Genre : Cerita Rakyat Provinsi: Provinsi Sulawesi Selatan Kabupaten/Kota: Kabupaten.Gowa Cerita ini berkisah tentang perjalanan raja Gowa menghadapi Belanda. Dalam kisah ini raja ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa