• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 

Cekang

Kategori: Sastra Lisan

 

Suku : Tidung

Genre : Permainan Rakyat

Provinsi: Provinsi Kalimantan Timur

Kabupaten/Kota: Kabupaten.Tana Tidung


Anak-anak di Kalimantan Utara, khususnya yang lahir dalam tradisi kebudayaan Tidung di Tarakan pernah merasakan kebahagiaan memainkan permainan ini. permainan Cekang adalah permainan dengan ketapel. Permainan ini akan mengotori dinding rumah, karena menggunakan buah yang bewarna untuk menembak cecak di dinding. Untuk mencari buah ini, anak-anak harus menerjang lumpur sebab tumbuhan bakau tumbuh di atas air bercampur lumpur. Sehingga ketika pulang ke rumah, seringkali anak-anak harus berhadapan dengan cubitan ibu atau mamaknya. Anak-anak mendapatkan cekang atau ketepel dari cabang ranting pohon mangrove dan memasang karet sebagai pemantul buah pisangan; buah pisangan dilipat serupa anak panah. Di Jawa permainan ini disebut gedangan atau pisangan. Kadang, anak-anak juga memanfaatkan buah bongsai untuk menembak cicak. Buah pisangan biasa digunakan sebagai peluru ketekan (ketapel) dapat juga dimanfaatkan sebagai anting-antingan.
 
PENCARIAN TERKAIT