• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 

Hoyak Tabuik

Kategori: Sastra Lisan

 

Suku : Minang

Genre : Pertunjukan

Provinsi: Provinsi Sumatera Barat

Kabupaten/Kota: Kabupaten.Padang Pariaman


Hoyak Tabuik merupakan upacara peringatan kematian Hasan dalam pertempuran di Bukit Karbala. Setiap tanggal 10 Muharram, masyarakat Padang Pariaman memperingatinya dengan sangat megah. mereka membuat Tabuik yang berbentuk kepala manusia dan bertubuh burung Buraq. Hiasan yang megah itu juga dilengkapi dengan berbagai pernak-pernik lainnya pada tabuik itu. Pembuatan tabuik juga melewati beberapa prosedur seperti maambiak tanah, membuat tabuik, dan lain-lainnya. prosesi Hoyak Tabuik berlangsung sepuluh hari. Tabuik itu di arak berkeliling kota bernama arak Tabuik sebelum di adu. Tabuik di arak menuju pantai Gandoriah, tempat tabuik itu di buang ke laut setelah di preteli semua benda-benda berharga yang ada pada tabuik. mereka memperebutkan untuk disimpan sebagai benda yang dipercaya akan menjaga diri, meningkatkan usaha, dan lain-lainnya.
 
PENCARIAN TERKAIT