Halaman Beranda
Bahasa Daerah di indonesia
Aksara Daerah
Sastra Tulisan Tangan
Sastra Cetak
Sastra Lisan
Lembaga BIPA
Lembaga Pegiat UKBI
Komunitas Sastra
Komunitas Literasi
Widyabasa
Pengajar BIPA
Penyuluh
Pekamus
Penyunting
Penerjemah
Juru Bahasa
Duta Bahasa
Data UKBI
Data Pembinaan Pemantauan Bahasa
Data Penghargaan
Data Penugasan Ahli Bahasa
Data Penyuluhan
Data Pemelajar BIPA
Data Pesuluh
Data Pemerkayaan Kosakata
Data Pengembangan Kamus
Data Pedoman Kebahasaan
Data Bahan Diplomasi Kebahasaan
Data Buku Terjemahan
Data Musikalisasi Puisi
Data Bahan Pengayaan Literasi
Data Transliterasi
Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)
Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan
Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan
Data Pengembangan Sastra
Data Pengarang
Data Tokoh Bahasa
Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa
Pencarian lanjut berdasarkan kategori
Statistik
Info
Provinsi Aceh
Bahasa Devayan dituturkan di wilayah Desa Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil (pemekaran dari Kabupaten Aceh Selatan) dan di Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh. Bahasa Devayan terdiri atas dua dialek, yaitu (1) dialek Singkil Pulo dituturkan di Desa Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil dan (2) dialek Lugu dituturkan di Kecamatan Simeulue Timur, Pulau Simeulue, berbatasan dengan bahasa Sigulai di Ujung Barat.
Berdasarkan hasil penghitungan dialektrometri, persentase perbedaan antara dialek Singkil Pulo dengan dialek Lugu berkisar 51%—80%. Isolek Devayan merupakan sebuah bahasa dengan persentase perbedaan sebesar 82,75% jika dibandingkan dengan bahasa Sigulai, Gayo, dan Aceh.