• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 

Tradisi Nyopuh

Kategori: Sastra Lisan

 

Suku : Jagoibabang

Genre : Pertunjukan

Provinsi: Provinsi Kalimantan Barat

Kabupaten/Kota: Kabupaten.Bengkayang

Penyebaran: Bungbratak, Bungbabang, Tindau, Blidak, Sejaro, dan Sungai Takek


Tradisi nyopuh atau dikenal ritual pengambilan madu oleh masyarakat dayak Bedayuh sudah mulai langka pelaksanaannya. Tradisi nyopuh pada waktu dulu sangat sering dilakukan oleh nenek moyang dayak Bedayuh. Adapun hasil madu yang diperoleh dengan cara ritual nyopuh yaitu untuk dikonsumsi pribadi ataupun untuk mendapatkan penghasilan tambahan dijual kepada orang yang membutuhkan. Disamping untuk mengambil madu, tradisi nyopuh juga sebagai sarana mempererat rasa kebersamaan masyarakat Jagoibabang dalam kehidupan bersosial.

Tradisi ini merupakan tradisi turun menurun dari nenek moyang dayak Bedayuh masyarakat Jagoi Babang. Nenek moyang mereka mewariskan tradisi nyopuh secara alami. Para pelaku tradisi nyopuh kebanyakan orang-orang yang dulunya lebih banyak mengetahui proses tradisi, baik dari ritual maupun media yang harus disiapkan. Kebanyakan orang tua yang terlibat di dalamnya, sehingga peran sesepuh sangat penting dalam proses ritual ini. Sangat disayangkan jika tidak ada yang dapat melestarikan ritual nyopuh karena tradisi ini akan punah berlahan-lahan. Jika sesepuh atau para orang tua yang sangat berperan dalam ritual nyopuh meninggal dan belum ada yang dapat melanjutkan tentu saja tradisi ini akan mandek dengan sendirinya.

Tradisi nyopuh dilakukan sebelum bulan purnama yaitu dalam keadaan gelap, alasannya agar lebah-lebah tidak menyengat para pelaku nyopuh. Disisi lain kondisi lebah sebelum bulan purnama telur-telur anak lebah sudah mulai menetas. Kegiatan ritual nyopuh sebagai bentuk gotong royong masyarakat setempat. Wujud gotong royong itu sendiri yaitu dengan kerja sama mereka untuk mempersiapkan semua perlengkapan awal, proses, dan hasil yang diperoleh dari tradisi nyopuh tersebut.

Keterlibatan seluruh masyarakat dalam proses ritual tanpa membedakan kedudukan dalam kehidupan bermasyarakat menjadikan modal utama tersendiri bagi mereka. Di dalam ritual nyopuh terdapat banyak orang yang berperan dan mereka saling bersinergi.

Seiring berjalan waktu tradisi nyopuh di kalangan masyarakat dayak Bedayuh Jagoibabang sudah mulai punah saat ini. Faktor yang menyebabkan punahnya tradisi ini selain faktor alam akibat pohon-pohon besar di hutan yang sudah mulai berkurang. Tradisi ini juga sudah mulai tidak digunakan lagi tidak sesering pada waktu lalu, di sisi lain bisa jadi karena kurang minatnya generasi muda untuk melestarikan tradisi ini karena memang memerlukan begitu banyak persiapan baik secara material maupun nonmaterial.

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Tradisi Dou Sandik
    Suku : Biak Numfor Genre : Puisi Provinsi: Provinsi Papua Kabupaten/Kota: Kabupaten.Biak Numfor Tradisi Dou Sandik Guyub Tutur Biak Numfor (GTBN), Papua merupakan pengintegrasian tuturan bahasa ...
  • Tradisi Fua Pah
    Suku : Dawan Genre : Pertunjukan Provinsi: Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten/Kota: Kabupaten.Timor Tengah Selatan Penyebaran: Kabupaten Timor Tengah Utara Tradisi Fua Pah adalah sebuah tradisi ...
  • Tradisi iko-iko
    Suku : Masyarakat Bajo Genre : Cerita Rakyat Provinsi: Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten/Kota: Kabupaten.Muna Penyebaran: Muna, Buton, Wawoni, Wakatobi Etnis Bajo merupakan suatu komunitas ...
  • Tradisi Lisan Bebetu
    Suku : Olilit Timur Genre : Teka-Teki Provinsi: Provinsi Maluku Kabupaten/Kota: Kabupaten.Maluku Tenggara Barat Bebetu merupakan bentuk folklor lisan yang tergolong dalam pertanyaan tradisional, ...
  • Tradisi Lisan Kana
    Suku : Dayak Desa Genre : Puisi Provinsi: Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten/Kota: Kabupaten.Malinau Kana adalah salah satu jenis folklor lisan masyarakat suku Dayak. Kana tergolong ke dalam cerita ...
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     

    Tradisi Nyopuh

    Kategori: Sastra Lisan

     

    Suku : Jagoibabang

    Genre : Pertunjukan

    Provinsi: Provinsi Kalimantan Barat

    Kabupaten/Kota: Kabupaten.Bengkayang

    Penyebaran: Bungbratak, Bungbabang, Tindau, Blidak, Sejaro, dan Sungai Takek


    Tradisi nyopuh atau dikenal ritual pengambilan madu oleh masyarakat dayak Bedayuh sudah mulai langka pelaksanaannya. Tradisi nyopuh pada waktu dulu sangat sering dilakukan oleh nenek moyang dayak Bedayuh. Adapun hasil madu yang diperoleh dengan cara ritual nyopuh yaitu untuk dikonsumsi pribadi ataupun untuk mendapatkan penghasilan tambahan dijual kepada orang yang membutuhkan. Disamping untuk mengambil madu, tradisi nyopuh juga sebagai sarana mempererat rasa kebersamaan masyarakat Jagoibabang dalam kehidupan bersosial.

    Tradisi ini merupakan tradisi turun menurun dari nenek moyang dayak Bedayuh masyarakat Jagoi Babang. Nenek moyang mereka mewariskan tradisi nyopuh secara alami. Para pelaku tradisi nyopuh kebanyakan orang-orang yang dulunya lebih banyak mengetahui proses tradisi, baik dari ritual maupun media yang harus disiapkan. Kebanyakan orang tua yang terlibat di dalamnya, sehingga peran sesepuh sangat penting dalam proses ritual ini. Sangat disayangkan jika tidak ada yang dapat melestarikan ritual nyopuh karena tradisi ini akan punah berlahan-lahan. Jika sesepuh atau para orang tua yang sangat berperan dalam ritual nyopuh meninggal dan belum ada yang dapat melanjutkan tentu saja tradisi ini akan mandek dengan sendirinya.

    Tradisi nyopuh dilakukan sebelum bulan purnama yaitu dalam keadaan gelap, alasannya agar lebah-lebah tidak menyengat para pelaku nyopuh. Disisi lain kondisi lebah sebelum bulan purnama telur-telur anak lebah sudah mulai menetas. Kegiatan ritual nyopuh sebagai bentuk gotong royong masyarakat setempat. Wujud gotong royong itu sendiri yaitu dengan kerja sama mereka untuk mempersiapkan semua perlengkapan awal, proses, dan hasil yang diperoleh dari tradisi nyopuh tersebut.

    Keterlibatan seluruh masyarakat dalam proses ritual tanpa membedakan kedudukan dalam kehidupan bermasyarakat menjadikan modal utama tersendiri bagi mereka. Di dalam ritual nyopuh terdapat banyak orang yang berperan dan mereka saling bersinergi.

    Seiring berjalan waktu tradisi nyopuh di kalangan masyarakat dayak Bedayuh Jagoibabang sudah mulai punah saat ini. Faktor yang menyebabkan punahnya tradisi ini selain faktor alam akibat pohon-pohon besar di hutan yang sudah mulai berkurang. Tradisi ini juga sudah mulai tidak digunakan lagi tidak sesering pada waktu lalu, di sisi lain bisa jadi karena kurang minatnya generasi muda untuk melestarikan tradisi ini karena memang memerlukan begitu banyak persiapan baik secara material maupun nonmaterial.

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Tradisi Dou Sandik
    Suku : Biak Numfor Genre : Puisi Provinsi: Provinsi Papua Kabupaten/Kota: Kabupaten.Biak Numfor Tradisi Dou Sandik Guyub Tutur Biak Numfor (GTBN), Papua merupakan pengintegrasian tuturan bahasa ...
  • Tradisi Fua Pah
    Suku : Dawan Genre : Pertunjukan Provinsi: Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten/Kota: Kabupaten.Timor Tengah Selatan Penyebaran: Kabupaten Timor Tengah Utara Tradisi Fua Pah adalah sebuah tradisi ...
  • Tradisi iko-iko
    Suku : Masyarakat Bajo Genre : Cerita Rakyat Provinsi: Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten/Kota: Kabupaten.Muna Penyebaran: Muna, Buton, Wawoni, Wakatobi Etnis Bajo merupakan suatu komunitas ...
  • Tradisi Lisan Bebetu
    Suku : Olilit Timur Genre : Teka-Teki Provinsi: Provinsi Maluku Kabupaten/Kota: Kabupaten.Maluku Tenggara Barat Bebetu merupakan bentuk folklor lisan yang tergolong dalam pertanyaan tradisional, ...
  • Tradisi Lisan Kana
    Suku : Dayak Desa Genre : Puisi Provinsi: Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten/Kota: Kabupaten.Malinau Kana adalah salah satu jenis folklor lisan masyarakat suku Dayak. Kana tergolong ke dalam cerita ...
  • Tradisi Dou Sandik
    Suku : Biak Numfor Genre : Puisi Provinsi: Provinsi Papua Kabupaten/Kota: Kabupaten.Biak Numfor Tradisi Dou Sandik Guyub Tutur Biak Numfor (GTBN), Papua merupakan pengintegrasian tuturan bahasa ...
  • Tradisi Fua Pah
    Suku : Dawan Genre : Pertunjukan Provinsi: Provinsi Nusa Tenggara Timur Kabupaten/Kota: Kabupaten.Timor Tengah Selatan Penyebaran: Kabupaten Timor Tengah Utara Tradisi Fua Pah adalah sebuah tradisi ...
  • Tradisi iko-iko
    Suku : Masyarakat Bajo Genre : Cerita Rakyat Provinsi: Provinsi Sulawesi Tenggara Kabupaten/Kota: Kabupaten.Muna Penyebaran: Muna, Buton, Wawoni, Wakatobi Etnis Bajo merupakan suatu komunitas ...
  • Tradisi Lisan Bebetu
    Suku : Olilit Timur Genre : Teka-Teki Provinsi: Provinsi Maluku Kabupaten/Kota: Kabupaten.Maluku Tenggara Barat Bebetu merupakan bentuk folklor lisan yang tergolong dalam pertanyaan tradisional, ...
  • Tradisi Lisan Kana
    Suku : Dayak Desa Genre : Puisi Provinsi: Provinsi Kalimantan Timur Kabupaten/Kota: Kabupaten.Malinau Kana adalah salah satu jenis folklor lisan masyarakat suku Dayak. Kana tergolong ke dalam cerita ...
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa