• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 

Dulmuluk

Kategori: Sastra Lisan

 

Suku :

Genre : Pertunjukan

Provinsi: Provinsi Sumatera Selatan

Kabupaten/Kota: Kabupaten.Ogan Ilir


Dulmuluk, seni pertunjukkan yang berasal dari pembacaan naskah Abdul Muluk merupakan kesenian yang di Sumatera Selatan muncul di Palembang kemudian menyebar di daerah Sumatera Selatan yang lain. Penelitian ini mencatat pertunjukan Dulmuluk yang menekankan perubahan struktur sebagai akibat strategi bertahan kesenian ini dari kepunahan. Aspek vitalitas dengan demikian menjadi tema utama yang melingkupi studi terhadap pertunjukan Dulmuluk sendiri maupun pengetahuan masyarakat sebagai pasar atau konsumen yang menghadirkan Dulmuluk.
Pertunjukan Dulmuluk beserta komunitas yang diteliti yaitu kelompok-kelompok yang berada di Palembang dan di Kabupaten Ogan Ilir selama sepuluh hari.

Peneliti: Dina Amalia Susamto dan tim.

 
PENCARIAN TERKAIT