• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 
Sekitar 20 hasil ditemukan
Cerita Wayang
Wayang merupakan cerita yang bersumber dari kitab Ramayana dan Mahabarata yang kemudian dikembangkan dalam tradisi pertunjukan wayang. Wayang itu sendiri merupakan boneka tiruan orang yang terbuat dari pahatan kulit atau kayu yang dapat dimanfaatkan untuk memerankan tokoh dalam pertunjukan cerita wayang (drama tradisional) di Jawa, Bali, Sunda, dan sebagainya yang biasa dimainkan oleh ...
Dilihat: 50616 kali
Kategori: Gejala Sastra
Periodisasi sastra
Periodisasi sastra merupakan kesatuan waktu dalam perkembangan sastra yang dikuasai oleh suatu sistem norma yang tertentu atau kesatuan waktu yang memiliki sifat dan cara pengucapan yang khas yang berbeda dengan masa sebelumnya. Periode merupakan kurun waktu yang ditentukan oleh kesamaan ciri khas bagian terbesar karya sastra yang diciptakan sezaman, misalnya periode 20-an menghasilkan ...
Dilihat: 37812 kali
Kategori: Gejala Sastra
Sastra Erotis
Sastra Erotis merupakan sastra yang mengandung atau mengungkap perilaku cinta dalam berbagai ekspresinya. Erotis berasal dari bahasa Yunani Eros yang berarti dewi cinta penyambung antara dunia yang bersifat indrawi dengan dunia yang terbuka bagi rasio. Dikatakan demikian karena eros, menurut Muller/Halder (Darmojuwono, 1994), merupakan pendorong dalam mencapai pengetahuan tentang idea-idea ...
Dilihat: 25433 kali
Kategori: Gejala Sastra
Puisi Gelap
Puisi Gelap merupakan puisi yang banyak mengandung majas, kias, dan lambang yang bersifat pribadi sehingga sulit untuk dipahami maknanya. Bentuk puisi seperti itu sifatnya terlalu pribadi sehingga pembaca kesulitan menafsirkan maknanya secara jelas karena maknanya tersembunyi dan bertingkat-tingkat, serta mengandung keruwetan dan kerumitan pemikiran atau ketiadaan makna sama sekali. ...
Dilihat: 12338 kali
Kategori: Gejala Sastra
Kredo Puisi
Kredo puisi merupakan ungkapan persaksian yang mengandung wawasan estetik puisi-puisi karya Sutardji Calzoum Bachri. Kredo puisi ini mula-mula dimuat dalam majalah Horison No.12 Th.IX, Desember 1974, halaman 361 dan kemudian dimuat sebagai pengantar kumpulan O (dalam O Amuk Kapak, 1981) yang lengkapnya berbunyi seperti dikutip sebagai berikut. "Kata-kata bukanlah alat mengantarkan ...
Dilihat: 5523 kali
Kategori: Gejala Sastra
Cerita Silat
Cerita silat sangat populer sebagai bacaan hiburan bagi para penggemarnya di Indonesia pada masa sekitar sebelum dan sesudah Perang Dunia II. Cerita silat sebagai hiburan biasanya hadir dalam bentuk cerita bergambar atau komik. Hampir bersamaan dengan popularitas komik, cerita silat muncul dalam bentuk film layar lebar atau bioskop. Dalam perkembangan selanjutnya, sesuai dengan kemajuan ...
Dilihat: 5420 kali
Kategori: Gejala Sastra
Teater Minikata
Teater Minikata merupakan seni pertunjukan teater yang sedikit sekali menggunakan dialog. Istilah itu dilontarkan oleh Gunawan Mohammad dalam menanggapi pementasan teater Rendra (1968), "Bip Bop" dan "Rambate-Rate Rata". Pementasan drama yang dilakukan W.S. Rendra dengan "Bengkel Teater"-nya pada nomor pementasan "Bip Bop" dan Rambate-Rate Rata" itu sedikit sekali menggunakan kata. Pementasan ...
Dilihat: 5168 kali
Kategori: Gejala Sastra
Eksistensialisme
Eksistensialisme merupakan gerakan filosofis yang menganut paham bahwa tiap orang harus menciptakan makna di alam semesta yang tak jelas, kacau, dan tampak hampa ini. Eksistensialisme berasal dari kata "eksistensi" dengan akar kata eks "keluar" dansistensi "berdiri", menempatkan (diturunkan dari kata kerja sisto). Oleh karena itu, kata "eksistensi" diartikan: manusia berdiri sebagai diri ...
Dilihat: 3986 kali
Kategori: Gejala Sastra
Kritik Feminis
Kritik feminis merupakan suatu pandangan yang mulai disuarakan pada abad ke-19 mengenai kedudukan yang sejajar antara perempuan dan laki-laki. Menurut pandangan ini, perempuan layak mendapat hak dan kesempatan yang sama. Belakangan ini, feminisme menjadi gerakan sosial dan politik yang tumbuh pada dekade 1960-an di Amerika Serikat, lalu menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. ...
Dilihat: 3671 kali
Kategori: Gejala Sastra
Cerita Detektif
Cerita detektif memiliki ciri khas, yaitu ragam cerita yang mengungkapkan rahasia suatu pembunuhan. Dalam cerita detektif pertama-tama harus ada mayat atau peristiwa kematian sebagai hasil kejahatan (crime) atau pembunuhan. Untuk mencapai efek ketegangan, dalam alur pokok cerita detektif selalu diselingi flashback, yakni secara bertahap diperlihatkan apa yang menjadi motif pembunuhan dan siapa ...
Dilihat: 2972 kali
Kategori: Gejala Sastra
 1 
 2 
 >> 
© 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
 
Sekitar 20 hasil ditemukan
 
 
Cerita Wayang
Wayang merupakan cerita yang bersumber dari kitab Ramayana dan Mahabarata yang kemudian dikembangkan dalam tradisi pertunjukan wayang. Wayang itu sendiri merupakan boneka tiruan orang yang terbuat dari pahatan kulit atau kayu yang dapat dimanfaatkan untuk memerankan tokoh dalam pertunjukan cerita wayang (drama tradisional) di Jawa, Bali, Sunda, dan sebagainya yang biasa dimainkan oleh ...
Dilihat: 50616 kali
Kategori: Gejala Sastra
Periodisasi sastra
Periodisasi sastra merupakan kesatuan waktu dalam perkembangan sastra yang dikuasai oleh suatu sistem norma yang tertentu atau kesatuan waktu yang memiliki sifat dan cara pengucapan yang khas yang berbeda dengan masa sebelumnya. Periode merupakan kurun waktu yang ditentukan oleh kesamaan ciri khas bagian terbesar karya sastra yang diciptakan sezaman, misalnya periode 20-an menghasilkan ...
Dilihat: 37812 kali
Kategori: Gejala Sastra
Sastra Erotis
Sastra Erotis merupakan sastra yang mengandung atau mengungkap perilaku cinta dalam berbagai ekspresinya. Erotis berasal dari bahasa Yunani Eros yang berarti dewi cinta penyambung antara dunia yang bersifat indrawi dengan dunia yang terbuka bagi rasio. Dikatakan demikian karena eros, menurut Muller/Halder (Darmojuwono, 1994), merupakan pendorong dalam mencapai pengetahuan tentang idea-idea ...
Dilihat: 25433 kali
Kategori: Gejala Sastra
Puisi Gelap
Puisi Gelap merupakan puisi yang banyak mengandung majas, kias, dan lambang yang bersifat pribadi sehingga sulit untuk dipahami maknanya. Bentuk puisi seperti itu sifatnya terlalu pribadi sehingga pembaca kesulitan menafsirkan maknanya secara jelas karena maknanya tersembunyi dan bertingkat-tingkat, serta mengandung keruwetan dan kerumitan pemikiran atau ketiadaan makna sama sekali. ...
Dilihat: 12338 kali
Kategori: Gejala Sastra
Kredo Puisi
Kredo puisi merupakan ungkapan persaksian yang mengandung wawasan estetik puisi-puisi karya Sutardji Calzoum Bachri. Kredo puisi ini mula-mula dimuat dalam majalah Horison No.12 Th.IX, Desember 1974, halaman 361 dan kemudian dimuat sebagai pengantar kumpulan O (dalam O Amuk Kapak, 1981) yang lengkapnya berbunyi seperti dikutip sebagai berikut. "Kata-kata bukanlah alat mengantarkan ...
Dilihat: 5523 kali
Kategori: Gejala Sastra
Cerita Silat
Cerita silat sangat populer sebagai bacaan hiburan bagi para penggemarnya di Indonesia pada masa sekitar sebelum dan sesudah Perang Dunia II. Cerita silat sebagai hiburan biasanya hadir dalam bentuk cerita bergambar atau komik. Hampir bersamaan dengan popularitas komik, cerita silat muncul dalam bentuk film layar lebar atau bioskop. Dalam perkembangan selanjutnya, sesuai dengan kemajuan ...
Dilihat: 5420 kali
Kategori: Gejala Sastra
Teater Minikata
Teater Minikata merupakan seni pertunjukan teater yang sedikit sekali menggunakan dialog. Istilah itu dilontarkan oleh Gunawan Mohammad dalam menanggapi pementasan teater Rendra (1968), "Bip Bop" dan "Rambate-Rate Rata". Pementasan drama yang dilakukan W.S. Rendra dengan "Bengkel Teater"-nya pada nomor pementasan "Bip Bop" dan Rambate-Rate Rata" itu sedikit sekali menggunakan kata. Pementasan ...
Dilihat: 5168 kali
Kategori: Gejala Sastra
Eksistensialisme
Eksistensialisme merupakan gerakan filosofis yang menganut paham bahwa tiap orang harus menciptakan makna di alam semesta yang tak jelas, kacau, dan tampak hampa ini. Eksistensialisme berasal dari kata "eksistensi" dengan akar kata eks "keluar" dansistensi "berdiri", menempatkan (diturunkan dari kata kerja sisto). Oleh karena itu, kata "eksistensi" diartikan: manusia berdiri sebagai diri ...
Dilihat: 3986 kali
Kategori: Gejala Sastra
Kritik Feminis
Kritik feminis merupakan suatu pandangan yang mulai disuarakan pada abad ke-19 mengenai kedudukan yang sejajar antara perempuan dan laki-laki. Menurut pandangan ini, perempuan layak mendapat hak dan kesempatan yang sama. Belakangan ini, feminisme menjadi gerakan sosial dan politik yang tumbuh pada dekade 1960-an di Amerika Serikat, lalu menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. ...
Dilihat: 3671 kali
Kategori: Gejala Sastra
Cerita Detektif
Cerita detektif memiliki ciri khas, yaitu ragam cerita yang mengungkapkan rahasia suatu pembunuhan. Dalam cerita detektif pertama-tama harus ada mayat atau peristiwa kematian sebagai hasil kejahatan (crime) atau pembunuhan. Untuk mencapai efek ketegangan, dalam alur pokok cerita detektif selalu diselingi flashback, yakni secara bertahap diperlihatkan apa yang menjadi motif pembunuhan dan siapa ...
Dilihat: 2972 kali
Kategori: Gejala Sastra
 
 
 1 
 2 
 >> 
 
 
© 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa