• Beranda

    Halaman Beranda

  • Objek

    Bahasa Daerah di indonesia

    Aksara Daerah

    Sastra Tulisan Tangan

    Sastra Cetak

    Sastra Lisan

  • Lembaga

    Lembaga BIPA

    Lembaga Pegiat UKBI

    Komunitas Sastra

    Komunitas Literasi

  • SDM

    Widyabasa

    Pengajar BIPA

    Penyuluh

    Pekamus

    Penyunting

    Penerjemah

    Juru Bahasa

    Duta Bahasa

  • Substansi

    Data UKBI

    Data Pembinaan Pemantauan Bahasa

    Data Penghargaan

    Data Penugasan Ahli Bahasa

    Data Penyuluhan

    Data Pemelajar BIPA

    Data Pesuluh

    Data Pemerkayaan Kosakata

    Data Pengembangan Kamus

    Data Pedoman Kebahasaan

    Data Bahan Diplomasi Kebahasaan

    Data Buku Terjemahan

     

    Data Musikalisasi Puisi

    Data Bahan Pengayaan Literasi

    Data Transliterasi

    Data Peningkayan Kompetensi Bahasa Asing (PKBA)

    Data Capaian Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Konservasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Revitalisasi Kebahasaan dan Kesastraan

    Data Pengembangan Sastra

    Data Pengarang

    Data Tokoh Bahasa

  • Simkeda

    Sistem Informasi Monitoring Kedaulatan Bahasa

  • Pencarian

    Pencarian lanjut berdasarkan kategori

  • Statistik

    Statistik

  • Info

    Info

 
 
Isa
Kategori: Gejala Sastra

 

Isa merupakan nama salah seorang nabi. Dalam Alquran dijelaskan bahwa Isa adalah seorang nabi, rasul, yang dilahirkan oleh Mariyam. Dia membawa ajaran monoteisme.

Isa, yang oleh umat Kristen disebut Yesus Kristus, dipandang sebagai Allah-manusia. Selama hidupnya di dunia, Isa (Yesus) banyak melakukan perbuatan mukjizat, antara lain menyembuhkan orang sakit dan membangkitkan orang mati. Namun, Isa (Yesus) itu sendiri pada akhirnya harus mengakhiri hidupnya melalui kayu salib. Isa (Yesus) dihukum mati oleh musuh-musuhnya dengan disalib di bukit Golgota. Bagi umat Kristen, kematian Isa (Yesus) di kayu salib merupakan upaya penyelamatan dan penebusan dosa umat manusia.

Dalam puisi Indonesia modern, Isa cukup banyak diacu. Kisah pengacuan kepada Isa dalam sajak-sajak Indonesia tersebut kebanyakan bertolak dari kisah Isa yang terdapat dalam agama Kristen, sebagaimana yang terdapat dalam puisi Chairil Anwar berikut (yang ditujukan kepada Nasrani Sejati):

Itu Tubuh
mengucur darah
mengucur darah

rubuh
patah
mendampar tanya: aku salah?
kulihat Tubuh mengucur darah
aku berkaca dalam darah

terbayang terang di mata masa
bertukar rupa ini segera

mengatup luka
aku bersuka

itu Tubuh
mengucur darah
mengucur darah

Dalam puisi Chairil Anwar itu Isa digambarkan sebagaimana Isa yang terdapat dalam kepercayaan Kristen, yaitu Isa yang disalib untuk menebus dosa umat manusia. Oleh karena itu, dalam puisi "Isa" tersebut diungkapkan: itu Tubuh/mengucur darah/ mengucur darah.

Selain terdapat dalam sajak "Isa" karya Chairil Anwar, kisah Isa juga muncul dalam puisi "Doa" (Adri Darmadji Woko), "Pahlawan Budiman" (PH Joko Pinurbo), "Pada Suatu Bulan yang Cerah" (M. Poppy Donggo Hutagalung), "Natal Pertama: Adam dan Eva" (Andre Hardjana). "Interferensi Lonceng-Lonceng Mekanik" (Darmanto Yatman), "Anak" (Darmanto Yatman), "Kepada Tanah Air" (Djawastin Hasugian), dan "Gula-Gula" (Joss Sarhadi). Dalam puisi tersebut Isa ditampilkan sebagaimana yang terdapat dalam kepercayaan Kristen.

 
PENCARIAN TERKAIT

  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Demisa
    Provinsi Papua Bahasa Demisa (Hoo’) dituturkan oleh masyarakat Kampung Desawa, Distrik Waropen Bawah, Kabupaten Waropen, Pulau Papua, Provinsi Papua. Menurut pengakuan penduduk, di sebelah ...
  • Tagalisa
    Provinsi Maluku Bahasa Tagalisa dituturkan oleh etnik Tasijawa di Desa Skikilale, Kecamatan Waplau¸ Kabupaten Buru, Provinsi Maluku. Selain di desa itu, bahasa Tagalisa dituturkan juga di Desa ...
  • Bekisar Merah
    Bekisar Merah merupakan judul sebuah novel karya Ahmad Tohari yang pertama kali terbit sebagai cerita bersambung dalam surat kabar Kompas pada bulan Februari sampai dengan Mei 1993. Cerita ...
  • Tagalisa
    Provinsi: Provinsi Maluku Kabupaten/Kota: Kabupaten.Buru Kecamatan: Waplau Desa: Skikilale Kategori: Aman Status: belum terkonservasi
  •  
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
     
    Isa
    Kategori: Gejala Sastra

     

    Isa merupakan nama salah seorang nabi. Dalam Alquran dijelaskan bahwa Isa adalah seorang nabi, rasul, yang dilahirkan oleh Mariyam. Dia membawa ajaran monoteisme.

    Isa, yang oleh umat Kristen disebut Yesus Kristus, dipandang sebagai Allah-manusia. Selama hidupnya di dunia, Isa (Yesus) banyak melakukan perbuatan mukjizat, antara lain menyembuhkan orang sakit dan membangkitkan orang mati. Namun, Isa (Yesus) itu sendiri pada akhirnya harus mengakhiri hidupnya melalui kayu salib. Isa (Yesus) dihukum mati oleh musuh-musuhnya dengan disalib di bukit Golgota. Bagi umat Kristen, kematian Isa (Yesus) di kayu salib merupakan upaya penyelamatan dan penebusan dosa umat manusia.

    Dalam puisi Indonesia modern, Isa cukup banyak diacu. Kisah pengacuan kepada Isa dalam sajak-sajak Indonesia tersebut kebanyakan bertolak dari kisah Isa yang terdapat dalam agama Kristen, sebagaimana yang terdapat dalam puisi Chairil Anwar berikut (yang ditujukan kepada Nasrani Sejati):

    Itu Tubuh
    mengucur darah
    mengucur darah

    rubuh
    patah
    mendampar tanya: aku salah?
    kulihat Tubuh mengucur darah
    aku berkaca dalam darah

    terbayang terang di mata masa
    bertukar rupa ini segera

    mengatup luka
    aku bersuka

    itu Tubuh
    mengucur darah
    mengucur darah

    Dalam puisi Chairil Anwar itu Isa digambarkan sebagaimana Isa yang terdapat dalam kepercayaan Kristen, yaitu Isa yang disalib untuk menebus dosa umat manusia. Oleh karena itu, dalam puisi "Isa" tersebut diungkapkan: itu Tubuh/mengucur darah/ mengucur darah.

    Selain terdapat dalam sajak "Isa" karya Chairil Anwar, kisah Isa juga muncul dalam puisi "Doa" (Adri Darmadji Woko), "Pahlawan Budiman" (PH Joko Pinurbo), "Pada Suatu Bulan yang Cerah" (M. Poppy Donggo Hutagalung), "Natal Pertama: Adam dan Eva" (Andre Hardjana). "Interferensi Lonceng-Lonceng Mekanik" (Darmanto Yatman), "Anak" (Darmanto Yatman), "Kepada Tanah Air" (Djawastin Hasugian), dan "Gula-Gula" (Joss Sarhadi). Dalam puisi tersebut Isa ditampilkan sebagaimana yang terdapat dalam kepercayaan Kristen.

     
    PENCARIAN TERKAIT

  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Demisa
    Provinsi Papua Bahasa Demisa (Hoo’) dituturkan oleh masyarakat Kampung Desawa, Distrik Waropen Bawah, Kabupaten Waropen, Pulau Papua, Provinsi Papua. Menurut pengakuan penduduk, di sebelah ...
  • Tagalisa
    Provinsi Maluku Bahasa Tagalisa dituturkan oleh etnik Tasijawa di Desa Skikilale, Kecamatan Waplau¸ Kabupaten Buru, Provinsi Maluku. Selain di desa itu, bahasa Tagalisa dituturkan juga di Desa ...
  • Bekisar Merah
    Bekisar Merah merupakan judul sebuah novel karya Ahmad Tohari yang pertama kali terbit sebagai cerita bersambung dalam surat kabar Kompas pada bulan Februari sampai dengan Mei 1993. Cerita ...
  • Tagalisa
    Provinsi: Provinsi Maluku Kabupaten/Kota: Kabupaten.Buru Kecamatan: Waplau Desa: Skikilale Kategori: Aman Status: belum terkonservasi
  • Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
    Tayangan Revitalisasi Bahasa dan Sastra Daerah
  • Demisa
    Provinsi Papua Bahasa Demisa (Hoo’) dituturkan oleh masyarakat Kampung Desawa, Distrik Waropen Bawah, Kabupaten Waropen, Pulau Papua, Provinsi Papua. Menurut pengakuan penduduk, di sebelah ...
  • Tagalisa
    Provinsi Maluku Bahasa Tagalisa dituturkan oleh etnik Tasijawa di Desa Skikilale, Kecamatan Waplau¸ Kabupaten Buru, Provinsi Maluku. Selain di desa itu, bahasa Tagalisa dituturkan juga di Desa ...
  • Bekisar Merah
    Bekisar Merah merupakan judul sebuah novel karya Ahmad Tohari yang pertama kali terbit sebagai cerita bersambung dalam surat kabar Kompas pada bulan Februari sampai dengan Mei 1993. Cerita ...
  • Tagalisa
    Provinsi: Provinsi Maluku Kabupaten/Kota: Kabupaten.Buru Kecamatan: Waplau Desa: Skikilale Kategori: Aman Status: belum terkonservasi
  •  
     
     
    © 2024    Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa